PT. DBS - MENYELAMI DINAMIKA BISNIS KEAGENAN PULSA DI INDONESIA

PT. DBS - MENYELAMI DINAMIKA BISNIS KEAGENAN PULSA DI INDONESIA
FOKUS ADALAH MODEL UTAMA !!!!! DIPERSEMBAHKAN BAGI PARA MEMBER SETIA DBS KHUSUSNYA DI JARINGAN SALAMDAHSYAT - CLUB DBS SAMBEL LIMO - TEAM GARUDA - AGAR TIDAK MUDAH MENYERAH DALAM MENYELAMI BUSINESS YANG KIAN HARI KIAN MENARIK UNTUK DITELUSURI ---- GO FREEDOM !!!!!! ---- DAN SUKSES BERSAMA

Selasa, 30 Maret 2010

Hidup Bahagia dengan Mengelola Kegagalan dan Keberhasilan

. Kamis, 11 Februari 2010
Kirim Print
dakwatuna.com – Penulis terkenal Doug Hooper pernah mengatakan “You are what you think” dalam bukunya dengan judul yang sama dengan kesimpulan bahwa pendapat kita tentang ihwal diri kita termasuk menyangkut masalah keberhasilan dan kegagalan dari berbagai pencapaian hidup yang secara konsisten ada dalam benak kita itulah yang menjadi kenyataan untuk diri kita. Hal senada diungkapkan pula oleh Stephen R. Covey dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People (1993) bahwa kita melihat dunia, bukan sebagaimana dunia apa adanya, melainkan sebagaimana kita adanya atau sebagaimana kita dikondisikan untuk melihatnya.
Seseorang dapat merasa selamanya hidup gagal dan mencap dirinya sendiri seakan terlahir dan sepantasnya untuk menjadi manusia sial, pecundang dan gagal. Demikian pula penilaian dan cara pandangnya terhadap segala hasil usaha dan pencapaian orang lain akan selalu gagal, negatif dan pokoknya mengecewakan. Hal itu lahir dari sikap diri negatif yang mendorongnya untuk melihat diri dan dunia luar dengan kacamata kuda yang gelap dan picik dari satu arah, sehingga hampir tak terlihat sisi pandang lain secara jernih sekalipun sebenarnya yang ia pandang adalah positif ataupun terdapat sisi dan unsur positif.
Dalam konteks ini, patut kita hayati hadits qudsi yang meriwayatkan titah Allah bahwa keputusan takdir-Nya terhadap garis hidup manusia tergantung bagaimana ia berfikir dan berprasangka tentang-Nya. John Maxwell dalam The Winning Attitude: Your Key to Personal Success (1993) dalam salah satu dari 6 teori dan aksioma tentang sikap menyimpulkan bahwa sikap sangat menentukan keberhasilan dan kegagalan mengacu para prinsip “slight-edge” Menurutnya, sikap kita apakah tetap sabar untuk mencapai tujuan atau cepat menyerah akan menentukan kita untuk sukses atau gagal (berhenti usaha).
Paul J Meyer pernah mengatakan bahwa 90 % orang-orang yang gagal sebetulnya belum tentu gagal, hanya saja mereka cepat menyerah. Sebagai ilustrasi rahasia sunnatullah sukses dan gagal ini dapat kita lihat pada fenomena air yang dimasak sampai mendidih. Air tidak akan mendidih meskipun telah mencapai 99,9 derajat celsius sebab air hanya akan mendidih pada 100 derajat celsius dan bukan pada 99,9 derajat meskipun hanya kurang 0,01 derajat celsius saja.
Dalam manajemen keberhasilan dan kegagalan, diperlukan seni menetapkan pola keberhasilan melalui proses yang terdiri dari lima langkah sebagaimana tips sukses yang ditawarkan Art Mortell dalam The Courage to Fail (1993) yaitu;
1. Tentukan atau kenali rasa takut yang melemahkan diri kita;
2. beritahu orang lain tentang sebab-sebab kebingungan Anda, yang dapat membantu membebaskan diri Anda dari rasa takut;
3. putuskan bagaimana kita bisa berhenti bila upaya kita menimbulkan kekecewaan yang sangat sampai kita yakin bahwa kita dapat mengendalikan situasi;
4. mulailah dengan perlahan-lahan sampai kita bisa menghadapi tantangan dengan baik dan mengurangi bahaya timbulnya kepanikan;
5. bayangkan diri kita sedang berada di tempat yang menyenangkan, sehingga rasa takut digantikan oleh emosi yang positif dan mampu menggunakannya untuk mendorong kreativitas.
Kalau kita memandang kegagalan diri dan orang lain di dunia ini sebagai sesuatu yang ‘gatot’ (gagal total), kiamat dan tamat riwayat, maka kita akan berhenti pada kegagalan dan tidak akan pernah melihat keberhasilan. Dalam hidup, yang dikenang orang bahkan yang kita ingat sebenarnya keberhasilan kita, dan bukannya pengalaman kegagalan kita. Mereka yang berhasil adalah yang mampu membuat sebuah pondasi yang kokoh dari batu-bata yang dilemparkan orang lain padanya. Jarang orang yang menyadari bahwa Isaac Newton pernah lemah prestasi belajarnya ketika di sekolah dasar, Henri Ford pernah gagal dalam bisnis dan bangkrut sebanyak 5 kali, Dale Carnegie pernah depresi dahsyat dan sempat terlintas untuk bunuh diri, Winston Churchill pernah tidak naik kelas enam, Abraham Lincoln pernah diturunkan pangkatnya menjadi prajurit biasa sebagaimana Khalid bin Walid pernah dilengserkan Umar bin Khathab dari posisi komandan menjadi prajurit biasa, Nabi Yusuf sempat menjadi budak yang diperjualbelikan, dan Nabi Muhammad saw. pernah tidak berjaya pada perang Uhud, pernah terusir, dihina, terlukai dan tidak dihiraukan.
Keberhasilan merupakan bola salju yang bermula dari ukuran kecil yang terus bergulir untuk terus membesar. Cara kita menyikapi setiap pencapaian, hasil dan anugerah (nikmat) hidup adalah pola kita memperlakukan bola salju. Bila kita remehkan dan tidak kita hargai sehingga cenderung mengabaikannya, maka tidak akan tumbuh besar, bahkan justru akan mencairkan dan melenyapkannya. Itulah ekspresi jiwa dalam mensyukuri dan menghargai hasil betapapun adanya. Bukankah Nabi saw bersabda bahwa orang yang tidak pandai menghargai dan berterima kasih orang lain maka ia tidak akan dapat bersyukur kepada Allah. Beliau juga berpesan agar kita tidak meremehkan suatu kebaikan pun. (QS.An-Naml:19, 40, Ibrahim:7)
Hargailah proses dan usaha betapapun hasilnya untuk dapat meraih keberhasilan yang hakiki. Orang yang pandai bersyukur adalah orang yang pandai berterimakasih, dan orang yang pandai berterima kasih adalah orang yang pandai menghargai dan orang tidak akan dapat menghargai apapun bila tidak memahami, menyadari dan menghargai proses serta usaha. Karakter utama orang shalih adalah menggunakan akal pikiran untuk memahami proses (Ulul Albab) termasuk segala ciptaan Allah di semesta alam, sehingga segala ucapan, sikap dan komentarnya selalu positif, menyejukkan, memotivasi, membersitkan inspirasi, dan penuh kearifan. Refleksi spontan imani Ulul Albab berupa komentar “Rabana ma khalaqta hadza bathilan” (Ya Tuhan Kami, tidaklah apapun yang Engkau ciptakan ini sia-sia, Maha suci Engkau… QS. Ali Imran:191) sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap proses dan sumber kebaikan, apapun hasil takdir-Nya.
Tipe wanita yang pandai menghargai pencapaian suami bagaimanapun kondisinya sebagai bagian dari manajemen keberhasilan adalah Ummul Mukminin Khadijah. Di saat-saat Rasulullah merasa sangat cemas, kesepian, ketakutan, dan merasa ditinggalkan, maka Khadijah justru mengungkit sisi-sisi kebaikan sosial dan pencapaian moral Nabi saw yang begitu tinggi sehingga mampu membangkitkan kembali motivasi Nabi saw. Demikian pula tipe suami yang pandai menghargai istri adalah Rasulullah saw dimana beliau tidak pernah mencela makanan maupun masakan sebagai penghargaan terhadap proses usaha dan sumbernya yang Maha Pemberi. Beliau juga tidak mencela kondisi fisik istrinya Aisyah yang tidak langsing lagi sebagai penghargaan beliau terhadap usaha dan pengorbanan Aisyah untuk tetap setia menghibur dan mendampingi Nabi saw, sehingga beliau cukup menyiratkan pentingnya pemeliharaan tubuh melalui olahraga lari.
Di saat sahabat merasa gagal mempertahankan kualitas iman dan spiritualitas, Nabi saw memberikan penghargaan terhadap adanya kesadaran untuk merawat spiritualitas dan beliau memberikan motivasi bahwa kondisi keimanan seseorang memang fluktuatif sehingga dapat naik dan turun, naiknya dengan ketaatan dan turunnya dengan ketidakpatuhan. Namun sebaliknya di saat para sahabat merasa terlalu yakin dengan pencapaian dan prestasi amalnya, beliau mengingatkan bahwa surga tidak ditentukan oleh amal, melainkan murni karena rahmat Allah semata termasuk nasib beliau. Hal itu agar para sahabat tidak berhenti beramal sehingga Allah meridhai dan merahmati mereka.
Kata-kata bijak dan prinsip-prinsip kearifan yang menumbuhkan motivasi dan memacu inspirasi sangat diperlukan dalam seni manajemen keberhasilan dan kegagalan bagi diri dan orang lain. Kung-fu-tze pernah ditanya tentang apa yang akan dilakukan jika ia menjadi kaisar Cina. Tanpa ragu-ragu ia menjawab, “Aku akan mendidik rakyatku dengan kata-kata yang penuh inspirasi, semoga dengan menggunakan kata-kata itu mereka akan menjadi generasi bangsa yang gagah perkasa.”
Keberhasilan perlu disongsong, dibangun dan dijaga sebagaimana kegagalan perlu diantisipasi, dihindari dan dilawan. Don Gabor dalam Big Things Happen (1997) memberikan 7 daftar pemeriksaan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membangun sukses yaitu;
1. tetap berusaha dan bekerja untuk membuat kemampuan ada lebih menonjol dari sebelumnya;
2. gunakan bakat Anda dalam banyak cara sedapat mungkin;
3. beri diri Anda kesan dan citra positif untuk mencapai tujuan;
4. cari manfaat dan hikmah dari keberhasilan Anda;
5. periksalah arsip tentang rencana dan program yang belum diselesaikan atau impian yang belum kesampaian;
6. masukkan sebanyak mungkin pengetahuan dari keberhasilan dan kegagalan Anda sebisa Anda;
7. dapatkan orang-orang yang bisa Anda ajak berbagi pengalaman dan pengetahuan Anda.
Orang tidak akan dapat menghargai setiap pencapaian, prestasi dan hasil diri sendiri maupun orang lain kalau tidak menyadari dan menghargai proses dan usaha serta mengingat Allah sebagai sumber segala karunia. Wallahu A’lam Wa Billahit Taufiq Wal Hidayah. []
Oleh: Dr. Setiawan Budi Utomo
Dr. Setiawan Budi Utomo
22/12/2009 | 05 Muharram 1431 H

Sumber : http://www.dakwatuna.com/
              http://wirausahapesantren.blogspot.com/2010/02/hidup-bahagia-dengan-mengelola.html

Cukup Dua Rakaat Shalat Dhuha

. Selasa, 02 Februari 2010
Dari Abu Dzar ra. berkata:

ada sekelompok sahabat Rasulullah berkata, "Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, namun mereka dapat bersedekah dengan kelebihan hartanya."

Beliau bersabda,"Bukankah Allah menjadikan bagi kalian apa-apa yang dapat kalian sedekahkan? Sesungguhnya pada setiap tasbih ada sedekah, pada setiap tahmid ada sedekah dan pada setiap tahlil ada sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan mendatangi istrimu juga sedekah."

Mereka bertanya,"Wahai Rasulullah, apakah jika seorang memenuhi kebutuhan syahwatnya itu pun juga mendapatkan pahala?"

Beliau bersabda,"Apa pendapatmu, bila ia menempatkannya pada tempat yang haram, apakah ia berdosa? Demikian pula bila ia menempatkannya pada tempat yang halal, ia akan mendapatkan pahala," (HR. Muslim)


Dari Abu Hurairah ra. berkata:
Rasulullah saw. bersabda,"Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari selama matahari masih terbit. Mendamaikan dua orang (yg berselisih) adalah sedekah, menolong orang hingga ia dapat naik kendaraan atau mengangkatkan barang bawaan ke atasnya merupakan sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, setiap langkah kaki yang engkau ayunkan menuju ke masjid adalah sedekah, dan menyingkirkan aral dari jalan juga merupakan sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim)


Abu Dzar r.a. berkata : Nabi saw bersabda : Pada tiap pagi ada kewajiban pada tiap-tiap persendian untuk bersedekah. Dan tiap tasbih itu sedekah, dan tiap tahlil (La ilaha Illallah) itu sedekah, dan tiap tahmid itu sedekah, dan tiap takbir itu sedekah, dan menganjurkan kebaikan itu sedekah, dan mencegah kemungkaran itu sedekah, dan cukup untuk menggantikan semua itu dua raka’at sunnat dhuha.(HR. Muslim)

Kalaupun bisa lebih dari 2 rakaat mengapa tidak?... lakukan dengan penuh penghayatan... coba iringi dengan berinfaq di jalan Allah....


#################################################

Semoga Allah menjaga keikhlasan kita, meridhoi kita, senantiasa memberikan rezeki kepada kita, memberkahi usaha kita, memudahkan urusan yang kita hadapi, memberikan kesehatan lahir dan bathin. Senantiasa tergerak untuk berbuat kebaikan setiap saat dimanapun berada.

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan” (QS. Al Baqarah: 245)
Siapakah yang dapat memberi keuntungan 700 kali lipat?

Allah berfiman : "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. 2 : 261)

Kala Ali Telat Subuh Berjamaah

Oleh: Mochamad Bugi

Kirim Print


dakwatuna.com – Dini hari itu Ali bin ABi Thalib bergegas bangun untuk mengerjakan shalat Subuh berjamaah di masjid bersama Rasulullah. Rasulullah tentulah sudah berada di sana. Rasanya, hampir tidak pernah Rasulullah keduluan orang lain dalam berbuat kebaikan. Tidak ada yang istimewa karena memang itulah aktivitas yang sempurna untuk memulai hari, dan bertahun-tahun lamanya Ali bin Abi Thalib sudah sangat terbiasa.

Langit masih gelap, cuaca masihlah dingin, dan jalanan masih pula diselimuti kabut pagi yang turun bersama embun. Ali melangkahkan kakinya menuju masjid. Dari kejauhan, lamat-lamat sudah terdengar suara Bilal memanggil-manggil dengan adzannya yang berkumandang merdu ke segenap penjuru Kota Madinah.

Namun belumlah begitu banyak melangkah, di jalan menuju masjid, di hadapannya ada sesosok orang. Ali mengenalinya sebagai seorang kakek tua yang beragama Yahudi. Kakek tua itu melangkahkan kakinya teramat pelan sekali. Itu mungkin karena usianya yang telah lanjut. Tampak sekali ia sangat berhati-hati menyusuri jalan.

Ali sebenarnya sangat tergesa-gesa. Ia tidak ingin tertinggal mengerjakan shalat tahyatul masjid dan qabliyah Subuh sebelum melaksanakan shalat Subuh berjamaah bersama Rasulullah dan para sahabat lainnya.

Ali paham benar bahwa Rasulullah mengajarkan supaya setiap umat muslim menghormati orang tua. Siapapun itu dan apapun agamanya. Maka, Ali pun terpaksa berjalan di belakang kakek itu. Tapi apa daya, si kakek berjalan amat lamban, dan karena itu pulalah langkah Ali jadi melambat. Kakek itu lemah sekali, dan Ali tidak sampai hati untuk mendahuluinya. Ia khawatir kalau-kalau kakek Yahudi itu terjatuh atau kena celaka.

Setelah sekian lamanya berjalan, akhirnya waktu mendekati masjid, langit sudah mulai terang. Kakek itu melanjutkan perjalanannya, melewati masjid.

Ketika memasuki masjid, Ali menyangka shalat Subuh berjamaah sudah usai. Ia bergegas. Ali terkejut sekaligus gembira, Rasulullah dan para sahabat masih rukuk pada rakaat yang kedua. Berarti Ali masih punya kesempatan untuk memperoleh shalat berjamaah. Jika masih bisa menjalankan rukuk bersama, berarti ia masih mendapat satu rakaat shalat berjamaah.

Sesudah Rasulullah mengakhiri shalatnya dengan salam, Umar bin Khattab memberanikan diri untuk bertanya. “Wahai Rasulullah, mengapa hari ini shalat Subuhmu tidak seperti biasanya? Ada apakah gerangan?”

Rasulullah balik bertanya, “Kenapakah, ya Umar? Apa yang berbeda?”

“Kurasa sangat lain, ya Rasulullah. Biasanya engaku rukuk dalam rakaat yang kedua tidak sepanjang pagi ini. Tapi tadi itu engkau rukuk lama sekali. Kenapa?”

Rasulullah menjawab, “Aku juga tidak tahu. Hanya tadi, pada saat aku sedang rukuk dalam rakaat yang kedua, Malaikat Jibril tiba-tiba saja turun lalu menekan punggungku sehingga aku tidak dapat bangun iktidal. Dan itu berlangsung lama, seperti yang kau ketahui juga.”

Umar makin heran. “Mengapa Jibril berbuat seperti itu, ya Rasulullah?”

Nabi berkata, “Aku juga belum tahu. Jibril belum menceritakannya kepadaku.”

Dengan perkenaan Allah, beberapa waktu kemudian Malaikat Jibril pun turun. Ia berkata kepada Nabi saw., “Muhammad, aku tadi diperintahkan oleh Allah untuk menekan punggunmu dalam rakaat yang kedua. Sengaja agar Ali mendapatkan kesempatan shalat berjamaah denganmu, karena Allah sangat suka kepadanya bahwa ia telah menjalani ajaran agamaNya secara bertanggung jawab. Ali menghormati seorang kakek tua Yahudi. Dari pegnhormatannya itu sampai ia terpaksa berjalan pelan sekali karena kakek itupun berjalan pelan pula. Jika punggungmu tidak kutekan tadi, pasti Ali akan terlambat dan tidak akan memperoleh peluang untuk mengerjakan shalat Subuh berjamaah denganmu hari ini.”

Mendengar penjelasan Jibril itu, mengertilah kini Rasulullah. Beliau sangat menyukai perbuatan Ali karena apa yang dilakukannya itu tentunya menunjukkan betapa tinggi penghormatan umat Islam kepada orang lain. Satu hal lagi, Ali tidak pernah ingin bersengaja terlambat atau meninggalkan amalan shalat berjamaah. Rasulullah menjelaskan kabar itu kepada para sahabat.

Sumber : http://www.dakwatuna.com/2007/kala-ali-telat-subuh-berjamaah/
              http://wirausahapesantren.blogspot.com/2010/03/kala-ali-telat-subuh-berjamaah.html

Senin, 29 Maret 2010

Menjadi Seorang Mentor Networking

Jika Anda ingin meningkatkan ketrampilan networking Anda, ajari orang lain apa yang Anda ketahui.
Ingatkah Anda pada seseorang yang membagi kekayaan pengetahuan dan pengalamannya untuk membantu Anda agar sukses? Mentor datang kepada kita dalam wujud sebagi orang tua, pelatih, guru, kolega, supervisor, dan teman. Mentor berbagi dengan kita apa yang sudah mereka pelajari untuk membantu kita menghindari kesalahan yang pernah mereka buat. Mereka mendukung dengan memberikan dukungan dan bantuan. Mereka merayakan pencapaian seolah-olah milik mereka. Mereka memegang teguh filosofi "Givers Gain" – dengan kata lain, bahagia karena memberikan waktu dan upayanya untuk membantu orang lain, karena mereka tahu bahwa dengan membantu orang lain tanpa pamrih, orang-orang tersebut juga akan bersedia membantunya di lain waktu.
Mentor adalah sumber tidak ternilai bagi kesuksesan bisnis. Mereka menuntun kita melalui pertumbuhan, perubahan, dan krisis; mereka membantu kita menjadi apa yang kita inginkan. Mentor adalah pemimpin, biasanya memimpin melalui contoh. Pemimpin mengarahkan kita maju ke depan. Seperti Peter F. Drucker, pria yang dianggap sebagai bapak manajemen modern, berujar "Kepemimpinan mengangkat visi seseorang kepada penglihatan yang lebih tinggi, meningkatkan kinerja seseorang ke dalam standar yang lebih tinggi, membangun kepribadian dibalik batasan normal."
Pikirkan sejenak apa yang Anda rasakan terhadap mentor Anda. Anda akan merasakan respek dan kagum dengannya. Hubungan ini tidak mengenal waktu dan jarak. Jika mentor menghubungi Anda saat ini dan membutuhkan bantuan Anda, Anda akan berhenti melakukan pekerjaan Anda dan membantunya dengan sepenuh hati, dengan servis dan mutu yang terbaik.
Sekarang bayangkan Anda adalah mentor seseorang – dan orang tersebut memiliki perasaan yang sama dengan Anda. Bayangkan hubungan yang dekat dan intens. Bayangkan loyalitas. Mungkin ada orang yang menganggap Anda sebagai mentor. Mungkin Anda kenal dengan seseorang yang ingin Anda tuntun – seseorang yang mengingatkan pada diri Anda saat memulai usaha.
Merupakan hal yang wajar jika Anda ingin meningkatkan ketrampilan, Anda harus mengajarkannya pada orang lain. Terkadang dengan memberikan mentoring pada orang lain membuat kita fokus pada hal-hal yang mendasar dan menerapkannya dengan lebih baik.
Jadi, mengapa tidak mencoba membantu orang lain dengan berbagi strategi networking yang Anda tahu berhasil? Carilah seseorang yang Anda kenal yang baru terjun dalam dunia networking dan mulai hubungkan mereka dengan jaringan Anda. Sikap ini merupakan berwujudan master networker dan tentunya akan meningkatkan ketrampilan networking dengan bertindak sebagai pemula atas apa yang sudah pernah Anda pelajari dan membuat Anda fokus ulang pada area yang mungkin sudah Anda lupakan.
Sebelum menjadi seorang mentor, Anda harus memiliki kualitas seorang mentor yang baik seperti berikut ini:
7 Karakter Mentor yang Baik
1. Keinginan untuk membantu. Individu yang tertarik dan bersedia membantu orang lain .
2. Memiliki pengalaman positif. Mereka yang memiliki pengalaman formal atau informal dengan mentor cenderung menjadi mentor yang baik bagi dirinya.
3. Reputasi yang baik untuk mengembangkan orang lain. Orang berpengalaman dengan reputasi yang baik untuk membantu orang lain mengembangkan ketrampilannya.
4. Waktu dan energi. Orang yang punya waktu dan energi mental yang dibutuhkan dalam sebuah hubungan.
5. Pengetahuan yang up-to date. Mereka yang memiliki pengetahuan dan/atau ketrampilan teknis yang terbaru.
6. Perilaku belajar. Individu yang masih bersedia dan mau belajar dan yang melihat potensi benefit dari sebuah hubungan mentoring.
7. Menunjukkan ketrampilan manajerial (mentoring) yang efektif. Orang yang menunjukkan ketrampilan pelatihan, konseling, fasilitator dan networking yang efektif.
Setelah menentukan minat dan kapasitas sebagai seorang mentor, Anda bisa melihat lingkaran networking untuk menentukan mana yang bisa mendapatkan keuntungan dari bantuan atau bidang keahlian Anda. Ada banyak peluang relawan di sekolah menengah atau komunitas perguruan tinggi, dimana siswa akan mendapatkan keuntungan dengan hubungan mentoring yang kelak bermanfaat bagi hidupnya.
Ingatlah, banyak “mentees” potensial mungkin malu mendekati Anda, mengira Anda terlalu sibuk untuk membantu mereka. Buatlah mereka tahu jika Anda memiliki waktu, dan Anda akan segera terlibat dengan hubungan yang profesional dan personal.
***
Oleh Ivan Misner, Ph.D.,
Sumber: www.entrepreneur.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com

Rabu, 24 Maret 2010

Bagaimana Menjadi Seorang Agen Pulsa HP

Oleh: Irman Kusnandar
http://www.duta4future.co.id
User Id:DBS604338
Password: SALAMDAHSYAT

Benar-benar REAL BISNIS PULSA...
Program ini bukan MLM, Money Game, Hype atau sejenisnya. Bukan pula bisnis semu atau bisnis gombal yang banyak dikeluhkan netter selama ini. Bisnis ini bisa langsung Anda rasakan manfaatnya. Begitu Anda melakukan pendaftaran DENGAN MEMBELI HAK USAKA, maka pada saat itu pula Anda akan TERDAFTAR. 

Tidak ada target, jangka waktu maupun beban penjualan yang kami letakkan di pundak Anda sebagai Mitra Bisnis. Hasil yang Anda peroleh berbanding lurus dengan seberapa giat Anda menjalankan bisnis ini. Jika Anda termasuk golongan orang yang sangat dinamis dan aktif, kami berani menjamin Anda akan cepat memperoleh kesuksesan. Namun kalaupun Anda adalah manusia yang biasa-biasa saja, minimal Anda telah memperoleh harga pulsa untuk pemakaian pribadi dengan harga lebih murah.

Untuk menjalankan bisnis pulsa ini tidak dibutuhkan modal besar. Tidak perlu sewa kios, ruko atau gerai jika Anda belum sanggup. Lakukan saja sebagai bisnis sambilan Anda dalam mengisi waktu luang atau sebagai pelengkap bisnis Anda lainnya. Modal kecil dengan tingkat kembali modal sangat cepat.

Sabtu, 20 Maret 2010

MOHON DIPAHAMI BAGI SEMUA MEMBER DBS !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

!!!  INGAT  !!!

Sistem DBS tidak pernah menjanjikan siapapun untuk kaya dengan cepat  tanpa kerja.
DBS bukan skema investasi tanpa kerja atau untung-untungan.

Sistem Pemasaran DBS membutuhkan kerja diawal.
Namun dengan kerja CERDAS sesuai dengan System for Success DBS, Anda bisa sukses dalam waktu singkat.

KUNCINYA ADALAH:

  YAKIN BAHWA ANDA BISA
  BEKERJA KERAS & CERDAS SESUAI SYSTEM FOR SUCCESS DBS
  BERDOA & YAKIN BAHWA ALLAH AKAN MEMBERI KITA YANG TERBAIK


“Allah SWT tdak akan merubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu merubahnya sendiri”
Bisa jadi DBS adalah jalan yang selama ini Anda nantikan yang diberikan oleh Sang Pencipta untuk kesuksesan Anda.

Nb: 
  Biaya Pendaftaran DBS tidak dapat diuangkan kembali dengan alasan apapun ( No Refund).
  Keanggotaan & fasilitas Anggota berlaku tanpa batas waktu, sesuai dengan peraturan yang ada.

Jumat, 19 Maret 2010

BOP- CLUB DBS SAMBEL LIMO PERUMNAS TANGERANG

BOP PERUM - TANGERANG      (HTM:  Free untuk Member dan Non Member DBS) 

"Solusi Menuju Kebebasan Financial 2010 Dan Masa Depan"
 
Waktu   : Minggu ke 2 & 4 (hari Sabtu), Pukul. 18.30 - 21.00 WIB
Tempat :  Rumah Makan Sambel Limo Lantai 2, Jl. Prambanan Raya Perumnas-2, Tangerang


Host :
- Andri Rahardja (Bronze Ent)
- Irman Kusnandar (Imunk) (Bronze Ent)
- Iwan Setiawan Kusuma (Bronze Ent)
- Joni (Group Leader)
- Partini (Group Leader)


Contact Person :
- Andri (08129511656)
- Imunk (08119691399)
- Joni (081219643379)